Ini Blog Saya

Minggu, 23 Juni 2013

proses terjadinya hujan

Proses terjadinya hujan serta manfaat air hujan bagi pertanian & kesehatan

rain-cycleProses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)
daur air

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.
TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.
TAHAP KE-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…
“Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.
TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)
Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
badaipetir
TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)
Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
MANFAAT AIR HUJAN BAGI PERTANIAN DAN KESEHATAN
hujan dalam alquran
Beberapa orang tidak suka dengan air hujan yang membuat basah, becek, atau memberi rasa dingin. Namun ternyata air dari langit ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman di kebun dan sawah. Meskipun demikian, ada beberapa tips yang sebaiknya Anda simak mengenai pemanfaatan air hujan untuk tanaman.Cobalah tampung air hujan, diamkan sebentar. Kemudian masukan ke dalam plastik bening. Setelah itu, masukan ke dalam freezer kulkas.  Beberapa jam setelah beku, lihatlah hasilnya? Ada banyak kristal-kristal indah di dalamnya !!!.Mengapa? Ini menandakan air hujan adalah air yang sehat. Air yang bersih. Air yang layak untuk dikonsumsi. Air yang penuh berkah.
Menyimpan air hujan
Hujan tidak datang setiap hari, jadi Anda sebaiknya menyimpan air dari langit itu dengan baik. Siapkan tangki besar yang sekiranya cukup menampung air hujan dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Dengan demikian, Anda bisa lebih hemat karena mengurangi ongkos listrik atau air PDAM.
Alat penyiram alami
Ada baiknya jika Anda menggunakan alat penyiram alami dengan lubang kecil-kecil.Menyiram dengan metode ‘gerimis’ seperti itu lebih baik daripada memberi banyak air sekaligus pada tanaman. Ini adalah saran bagi Anda yang memiliki kebun di dalam rumah. Kemudian untuk kebun di luar rumah…
Melindungi tanaman
Hujan gerimis memang aman bagi tanaman, lantas bagaimana dengan hujan deras? Kalau Anda punya kebun di luar ruangan, sebaiknya segera lindungi tanaman tersebut. Namun Anda tetap bisa membuat air hujan menyiram tanaman dengan lebih teratur. Dengan demikian, Anda akan memanfaatkan air hujan tanpa harus merusak tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan
Air di hari pertama musim penghujan tidak baik bagi tanaman. Sebab air hujan itu kotor akibat polusi yang terbawa di atmosfer. Jadi, tanaman bisa saja terpengaruh dengan air hujan yang kotor tersebut.Apakah Anda tahu bahwa dua pertiga air di bumi ini rasanya asin? Jadi manfaatkan air hujan yang tawar dengan baik untuk merawat tanaman kesayangan Anda di kebun!
Kalau kita baca Qur’an banyak ayat yang menceritakan tentang air hujan ini, salah satunya adalah
“Dan Kami turunkan dari langit, air hujan yang diberkahi (mubaarak)…” [QS. Qaaf : 9].
Di dalam air hujan juga mengandung “zat tumbuh” yang dapat menghidupakan bumi yang mati. Begitu hujan turun, tak lama lagi keluarnya tumbuh-tumbuhan yang menghijau. Kalau dalam bahasa saya, di dalam air hujan kaya akan unsur Nitrogen ( seperti Pupuk Urea, baca tulisan saya Air Hujan Mengandung Pupuk Urea ).
Di samping itu, dalam beberapa literarur, air hujan juga mengandung H2O2 ( Hidrogen Peroksida ). Ternyata, H2O2 dapat dijadikan holistic healing atau “terapi pengobatan”.  Ternyata sampai sekarang produk H2O2 yang ada di Indonesia masih impor. Padahal di dalam air hujan ada kandungan H2O2 ini ( bersifat anorganik ).Saya pribadi, bila hujan turun, 10 menit setelah itu menampung air hujan. Cuma, cara menampungnya harus langsung dari langit jangan melalui talang, batang, daun dll. Setelah diendapkan, air hujan saya masak dan saya minum. Apa tujuannya? Supaya Sehat.  Sebab di dalam air hujan, ada keberkahan. Begitu kata Al-Quran.
Apakah sampai di sini ? Tidak Juga
Air hujan adalah Kabar Gembira dan Rahmat dari Sang Pencipta.
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira  sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)” [QS. Al-Furqaan : 48-50].
Laur biasa, air hujan diturunkan dari langit dengan amat bersih. Oleh sebab itu, mulai beberapa bulan yang lalu bila turun hujan, apa yang saya lakukan untuk anak-anak saya?
” Ayo anak-anak,  kalian mandi hujan supaya sehat”

Main Hujan




http://warasfarm.wordpress.com/2013/01/03/proses-terjadinya-hujan-serta-manfaat-air-hujan-bagi-pertanian-kesehatan/






1 komentar:

  1. Sangat menarik informasinya. Saya juga menuliskan tentang terjadinya hujan es: http://mbak-minah.blogspot.co.id/2018/01/fenomena-hujan-es-pengertian-dan-penyebabnya.html pada blog saya. Silahkan berkunjung jika berkenan dan berikan penilaian. Terima kasih

    BalasHapus